www.radarpena.com

Rabu, 16 Januari 2019

Wiih, Jumlah Janda Kembang di Tangsel Bertambah 15 Persen

Jumat, 04 Januari 2019 - 14:29 WIB
Wiih, Jumlah Janda Kembang di Tangsel Bertambah 15 Persen

RADARPENA.CO – Warga  Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menjadi janda dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Tangerang pada tahun 2018 naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jika di tahun 2017 jumlah janda di Tangsel tercatat dari 3.000 kasus cerai, tahun 2018 jumlahnya meningkat menjadi 3.500 kasus cerai. Dan  kebanyakan kasus cerai itu diisi pasangan berusia muda.

“Jumlah janda kembang di Kota Tangsel  bertambah akibat perceraian dan  akibat maraknya pernikahan usia muda antara 16 hingga 19 tahun,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kota Tangsel,  Abdul Rojak, Jumat (4/1).

Diakuinya, faktor hamil duluan di luar nikah atau kecelakaan akibat pergaulan bebas remaja dan perzinahan cukup mendominasi di kota dengan motto Cerdas, Modern dan Religius (Cemore).

Akibat, warga Tangsel yang menikah pada tahun 2018 mencapai 7.000 hingga 9.000 orang  dan 20 persen di antaranya menikah di usia relatif sangat muda.

“Jadinya saat mengarungi bahtera rumah tangga banyak yang kandas di tengah jalan alias bercerai,”  ujarnya.

Selain itu,   lanjut Abdul Rojak, faktor media sosial (medsos) atau jejaring sosial juga ikut berperan penting memengaruhi banyak pasangan untuk berselingkuh.  Akibatnya lagi-lagi berujung ke perceraian.

Selain tiga faktor tersebut, Abdul Rojak menyebut masih ada beberapa masalah lain yang memicu terjadinya perceraian di Tangsel.

Selain karena persoalan ekonomi, faktor rendahnya ketaatan terhadap agama, rendahnya pertahanan keluarga, dan pergaulan juga ikut jadi penyebab perceraian.

“Mulai tahun ini kita akan perbanyak sosialisasi untuk menekan angka perceraian di Tangsel. Kita juga sudah petakan berbagai faktor yang jadi penyebab tingginya angka perceraian di Tangsel,” tutupnya. (bem)

Redaktur : --
Reporter : --
Sumber :

Komentar
Close Ads X